Wisuda Stimik

 

BANJARMASIN, Lensa-Banua. Com – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Indonesia Banjarmasin menggelar Dies Natalis ke-33 sekaligus Wisuda ke-29, Minggu (29/9). Sebanyak 243 mahasiswa dari empat program studi resmi diwisuda, terdiri dari jenjang D3 dan S1, dengan konsentrasi utama bidang teknologi informasi dan komputer.

Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Staf Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kalimantan Selatan, Miftah Chair, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Kalsel. Dalam sambutannya, Miftah menegaskan bahwa pendidikan merupakan prioritas pembangunan daerah, dengan alokasi anggaran yang signifikan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan. Sesuai amanat undang-undang, minimal 20 persen APBD harus dialokasikan ke pendidikan. Dari total APBD kita sebesar Rp13 triliun, sekitar Rp2,6 triliun masuk untuk sektor pendidikan,” ujarnya.

Menurut Miftah, Pemprov Kalsel tidak hanya memprioritaskan pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga memberi dukungan kepada perguruan tinggi, pondok pesantren, hingga program beasiswa. “Kita ingin memastikan semua jenjang pendidikan berjalan optimal. Bentuk dukungannya bisa berupa pembangunan sarana fisik, bantuan beasiswa, hingga penguatan kualitas SMA/SMK sederajat,” tambahnya

Sementara itu, Dr. Mahendra, Wakil Sekretaris STMIK Indonesia Banjarmasin, menekankan bahwa kampusnya berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Dari lebih 7.000 alumni yang tersebar di seluruh Kalimantan, banyak yang bahkan telah direkrut sebelum resmi diwisuda.

“Alhamdulillah, lulusan STMIK diakui memiliki kompetensi yang mumpuni. Ada mahasiswa yang bahkan sebelum diwisuda sudah bekerja karena skill-nya sudah terlihat. Itu bukti bahwa kurikulum dan pengalaman praktik kerja lapangan (PKL) yang dijalankan sesuai kebutuhan industri,” jelas Mahendra.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut perguruan tinggi untuk beradaptasi, baik dari sisi pengajaran, infrastruktur, maupun kolaborasi dengan dunia usaha dan industri. “Hari ini semua serba digital, semua ada di genggaman. Karena itu, mahasiswa tidak hanya harus kuat di teori, tapi juga di praktik dan pemahaman teknologi terkini,” katanya.

STMIK Indonesia Banjarmasin saat ini menyelenggarakan empat program studi dengan akreditasi “Baik Sekali”. Mahendra mengajak masyarakat Kalsel untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi swasta (PTS), sebab kualitasnya tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri.

“Insyaallah, STMIK terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik, melahirkan sarjana-sarjana yang bukan hanya berilmu, tapi juga siap bekerja dan berkontribusi di dunia usaha maupun pemerintahan,” tutupnya.

Di akhir prosesi, pihak kampus menyampaikan pesan agar para wisudawan terus menjaga nama baik almamater, mengasah keterampilan, dan meningkatkan kompetensi seiring perkembangan zaman. “Kemampuan itu tidak datang dalam semalam. Dibutuhkan kemauan, kerja keras, dan proses panjang. Teruslah belajar di mana pun berada,” pesan Mahendra.

Dengan mengusung tema “Membangun Generasi Digital yang Unggul dan Kompeten”, wisuda tahun ini menjadi momentum bagi STMIK Indonesia Banjarmasin untuk menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pendidikan teknologi informasi terkemuka di Kalimantan Selatan.

 

Admin

By Pimred Febri

Terupdate Dan Terkini