
BANJARBARU, Lensa-Banua. Com – Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Selasa (11/8)
Upacara tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pendidikan bagi 147 siswa yang dinyatakan berhasil menyelesaikan tahapan pendidikan dan selanjutnya resmi dilantik menjadi Bintara TNI Angkatan Darat.
Prosesi penutupan berlangsung dalam suasana khidmat. Pengukuhan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki babak baru dalam perjalanan pengabdian sebagai prajurit TNI AD.
Dalam amanatnya, Pangdam XXII/Tambun Bungai menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan merupakan akhir dari proses pembentukan prajurit, melainkan awal dari pelaksanaan tugas dan
pengabdian yang sesungguhnya di satuan masing-masing.
Para Bintara yang baru dilantik ditekankan agar senantiasa memegang teguh disiplin, loyalitas, profesionalisme dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ilmu pengetahuan, keterampilan keprajuritan serta nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani pendidikan diharapkan tidak berhenti sebagai bekal akademis dan militer semata, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Pangdam juga mengingatkan para prajurit muda untuk menjaga kehormatan diri, satuan dan institusi TNI AD dengan menunjukkan sikap serta perilaku yang mencerminkan profesionalisme seorang prajurit.
Dengan berakhirnya pendidikan tersebut, sebanyak 147 Bintara Infanteri resmi menyandang pangkat dan tanggung jawab baru. Mereka selanjutnya akan ditempatkan di satuan masing-masing untuk melanjutkan pengabdian sekaligus memperkuat pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin turut memberikan perhatian terhadap lahirnya para prajurit baru TNI AD yang menjalani pendidikan di wilayah Kalsel.
Menurut Muhidin, pembentukan prajurit yang disiplin, profesional dan memiliki integritas merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjaga stabilitas daerah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit yang telah menyelesaikan pendidikan. Kami berharap para Bintara yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga kehormatan institusi dan selalu hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat,” sebutnya
Muhidin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam menjaga kondusivitas wilayah serta mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, keberadaan prajurit TNI tidak hanya memiliki arti strategis dalam aspek pertahanan, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan di daerah.
“Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat. Kalsel membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki disiplin, integritas dan semangat pengabdian untuk bersama-sama menjaga keamanan serta mendukung kemajuan daerah,” lanjutnya.
Penutupan Dikmaba Infanteri Gelombang II TA 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi 147 prajurit yang kini resmi memasuki fase baru sebagai Bintara TNI AD.
Dengan bekal pendidikan dan pembentukan karakter yang telah dijalani, mereka dituntut mampu menjawab tantangan tugas di lapangan serta senantiasa menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Sebanyak 147 Bintara tersebut kini siap mengemban amanah sebagai prajurit TNI AD dan melanjutkan pengabdian demi menjaga kedaulatan, keutuhan serta keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Admin
