
BANJARBARU, Lensa-Banua. Com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong transformasi pendidikan melalui penerapan Kurikulum Merdeka atau konsep Sekolah Merdeka di seluruh jenjang pendidikan. Senin (10/11)
Program ini bukan sekadar perubahan kurikulum, melainkan pergeseran paradigma menuju pembelajaran yang lebih fleksibel, berorientasi pada minat siswa, dan relevan dengan tantangan zaman.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra mengatakan, Sekolah Merdeka memberi ruang yang lebih luas bagi siswa untuk mengenali potensi dirinya, sementara guru diberikan keleluasaan untuk berinovasi dalam mengajar.
“Sekolah Merdeka bukan hanya soal ganti kurikulum, tapi soal cara baru memandang pendidikan. Siswa diberi kesempatan mengeksplorasi minatnya, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing sesuai karakter anak, dan sekolah menjadi lebih responsif terhadap potensi lokal,” ujarnya beberapa waktu lalu, di Banjarmasin.
Menurut Galuh Tantri, Disdikbud Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka, di antaranya pengembangan sekolah penggerak, pelatihan guru dan kepala sekolah, serta penguatan digitalisasi pembelajaran.
“Kami sudah melatih ribuan guru untuk memahami filosofi merdeka belajar, menerapkan pembelajaran berbasis proyek, dan memanfaatkan teknologi digital. Sekolah penggerak di Kalsel kami jadikan contoh praktik baik bagi sekolah lainnya,” jelasnya.
Dalam penerapannya, sekolah-sekolah di Kalsel juga didorong untuk mengembangkan proyek pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan karakteristik daerah, seperti pengelolaan lingkungan, budaya Banjar, dan kewirausahaan lokal.
“Dengan pendekatan ini, anak-anak belajar hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Pendidikan menjadi lebih hidup, lebih bermakna, dan menumbuhkan karakter kreatif serta adaptif,” tambah Galuh.
Ia menjelaskan, bahwa Disdikbud Kalsel juga terus memperluas digitalisasi pembelajaran agar proses belajar mengajar dapat dilakukan secara lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan teknologi. Melalui platform daring dan pemanfaatan perangkat digital, guru dan siswa diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan global.
Transformasi pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kalsel untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menjadikan Kalimantan Selatan sebagai provinsi yang aktif mengadaptasi pendidikan masa depan.
“Kita ingin memastikan anak-anak Kalsel tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki keterampilan abad 21 kreatif, kolaboratif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.
Dengan semangat tersebut, Galuh Tantri mengajak seluruh pihak, mulai dari guru, kepala sekolah, orang tua, hingga komunitas lokal untuk bersama-sama mendukung implementasi Sekolah Merdeka demi mewujudkan pendidikan yang memerdekakan seluruh potensi peserta didik.
Admin
