Prof Ani Cahyadi Korpres Kahmi Kalsel

 

Banjarmasin, Lensa-Banua. Com — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat kerja (raker) perdana pascapelantikan kepengurusan periode 2025–2030.

Agenda tahunan ini menjadi momentum strategis untuk menyusun dan mematangkan program kerja satu tahun ke depan, sekaligus menyelaraskan arah gerak organisasi dengan prioritas pembangunan daerah.

Ketua Majelis Wilayah KAHMI Kalsel dalam sambutannya menegaskan, raker kali ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan pengurus yang dilaksanakan pada Desember lalu.

“Hari ini kita melaksanakan rapat kerja untuk merumuskan program kerja satu tahun ke depan. Setelah satu tahun berjalan, akan kita evaluasi kembali melalui raker berikutnya. Jadi ada siklus perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang jelas,” ujarnya.

Dalam raker tersebut, sejumlah bidang strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari politik dan pemerintahan, pendidikan, keagamaan, hingga pemberdayaan perempuan serta kesehatan ibu dan anak.

Setiap bidang diminta menyusun program yang adaptif, berbasis kebutuhan daerah, serta responsif terhadap dinamika kebijakan nasional maupun provinsi.

Pada bidang politik dan pemerintahan, misalnya, KAHMI Kalsel berencana menggagas forum-forum diskusi dan seminar kebangsaan.

Isu yang diangkat antara lain revisi undang-undang pemilu, penguatan demokrasi lokal, serta pengawalan kebijakan pembangunan agar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

“Kita ingin menghadirkan ruang-ruang pemikiran. Seminar, diskusi, hingga kajian akademik menjadi bagian dari kontribusi intelektual KAHMI,” jelasnya.

Sementara di bidang pendidikan, organisasi ini mendorong evaluasi dan penguatan mutu perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.

Rencana lokakarya dan forum akademik akan digelar untuk mengkaji potensi pengembangan perguruan tinggi unggulan di daerah.

Selain itu, KAHMI juga menyiapkan instrumen evaluatif untuk memberikan masukan terhadap kebijakan pendidikan, termasuk program-program strategis yang telah berjalan.

“Peran kami bukan sebagai pelaksana teknis, tetapi sebagai pemberi masukan, pelurus, sekaligus opinion leader agar kebijakan pendidikan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Raker tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dengan jaringan anggota yang mencapai lebih dari 2.000 orang tersebar di Kalimantan Selatan, KAHMI diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim yang kondusif, mendukung program pembangunan, serta memberikan kritik dan saran yang konstruktif.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, yang turut memberikan keterangan dalam kegiatan tersebut, menyambut baik langkah KAHMI menyelaraskan program kerja dengan visi pembangunan provinsi Kalsel tercinta. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk organisasi alumni, sangat penting dalam mempercepat kemajuan daerah.

Menurut Hasnuryadi, pemerintah provinsi membuka ruang seluas-luasnya bagi organisasi kemasyarakatan untuk berkontribusi melalui gagasan dan pengawasan yang objektif.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan masukan yang positif, berbasis data dan kajian. Jika ada yang perlu dibenahi, sampaikan secara konstruktif. Tujuan kita sama, yaitu membangun Kalimantan Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sinergi program harus tetap mengacu pada agenda prioritas pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, hingga pelayanan publik yang lebih baik.

Dengan kolaborasi yang solid, Hasnuryadi optimistis berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara bersama.

Melalui raker ini, Muswil KAHMI Kalsel menegaskan posisinya sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah. Dukungan terhadap program gubernur akan terus diberikan, dengan tetap mengedepankan peran intelektual sebagai penyeimbang kebijakan.

“Kami ingin hadir bukan sekadar sebagai organisasi alumni, tetapi sebagai kekuatan pemikiran yang memberi warna dan arah bagi pembangunan daerah,” tutup Ketua Majelis Wilayah.

Rapat kerja ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi gerak organisasi lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat peran KAHMI sebagai elemen masyarakat sipil yang aktif, solutif, dan berorientasi pada kemajuan Kalimantan Selatan.

Admin

By Pimred Febri

Terupdate Dan Terkini