
Penampakan Banjir Rob Di beberapa wilayah Komplek Perumahan yang terdampak banjir di Kalsel beberapa waktu yang lalu.
BANJARMASIN, Lensa-Banua. Com – Menghadapi ancaman banjir rob yang diperkirakan mencapai puncaknya pada tanggal 3 hinggap 14 September 2025.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah mengaktifkan mekanisme kesiapsiagaan terpadu. Senin (15/9)
Langkah-langkah konkret dilakukan di lapangan, mulai dari pemantauan ketinggian air, patroli wilayah rawan, hingga penguatan infrastruktur dan edukasi masyarakat pesisir.
Fokus utama penanganan diarahkan pada kawasan pesisir dan muara yang rawan terkena dampak rob, termasuk Muara Barito, wilayah pesisir Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan sebagian kawasan pesisir Kabupaten Tanah Laut.
“Kami telah menyiagakan tim untuk melakukan patroli rutin dan pemantauan intensif, serta mengoptimalkan sistem peringatan dini yang terhubung langsung dengan pos pantau di wilayah pesisir,” ujar Plt Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, beberapa waktu yang lalu.
Plt DPUPR Kalsel, Ir M Yasin Toyib juga menekankan upaya mitigasi struktural untuk mengurangi dampak rob. Perbaikan tanggul dan normalisasi drainase dilakukan secara bertahap di titik-titik rawan, mengingat potensi rob kali ini bisa mencapai ketinggian hingga 2,5 meter di atas permukaan laut (MDPL).
“Kami telah memperkuat tanggul dan melakukan pemasangan pompa air di beberapa lokasi kritis. Infrastruktur drainase di pesisir juga dibersihkan untuk memaksimalkan aliran air saat pasang tinggi terjadi,” jelasnya.
Sementara itu, Gusti Yanuar Noor mengatakan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat lokal, pemerintah kabupaten/kota, serta sektor swasta, dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi rob.
Sosialisasi dan edukasi kepada warga dilakukan melalui posko informasi di wilayah terdampak, media sosial resmi, serta siaran keliling.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang tepat dan cepat. Peran serta warga sangat penting, termasuk dalam menjaga kebersihan saluran air dan melaporkan potensi bahaya secara dini,” tambah Rifai.
Berdasarkan data pasang surut, fase puncak rob diperkirakan terjadi pada pagi hingga dini hari di sejumlah lokasi pesisir. Masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari aktivitas di wilayah sempadan pantai saat pasang tinggi.
Untuk informasi dan bantuan darurat, BPBD Kalsel menyediakan saluran resmi di nomor hotline dan WhatsApp tanggap darurat. Informasi terkini juga tersedia melalui kanal media sosial resmi BPBD Kalsel dan website pemerintah provinsi.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen melindungi warganya dari ancaman bencana. Tetap tenang, tetap waspada, dan ikuti informasi resmi,” tutup Rifai.
Admin
